Bank Berita

WhatsApp Image 2020-01-10 at 13.22.13
Binamas Ikut memakmurkan Masjid Mujahidin
Di Desa Sodong Tigaraksa.Jumat,10/01/2020.

Tapen-news.com – Jumat-10 Januari 2020.
Binamas desa Sodong Bpk AIPTU Dippo Subagiyo telah menjalankan tugas dengan binamas lain. Untuk ikut serta memakmurkan Masjid. Dengan warga sebagai bentuk pengabdian masyarakat untuk menggenggam hidayah dan keberkahan dari Allah SWT.
Bpk Dippo adalah salah satu binamas yang religius, dekat dengan Masyarakat baik pemuda , orang tua maupun ulama. Selalu bersama sama mengajak masyarakat untuk tertib hidup dan tertib Akhirat. Agar hidup bahagia dunia Akhirat.

Kegiatan ini dilaksanakan berkat
Arahan Kapolres dan Kapolsek,Babinsa dan anggota yg lain agar ikut serta memakmurkan masjid di sekitar desa binaan dan wilayah Polsek Tigaraksa.Membuat suasana agama dan lebih deket dg masy dg niat memancing hidayah dalam genggaman Alloh Swt turun bercurah curah ,turun berkah dan keselamatan untk masyarakat lebih kusus umat seluruh alam. Lokasi Masjid Jami Al Mujahidin Desa Sodong.

Reporter : H.riyadno,SE
Penerbit : Red-2 (Surya)

WhatsApp Image 2020-01-10 at 04.29.20

Tapen (Tabloid Pendidikan Nasional)
Berdayakan Tim Untuk Mengabdi Pada Pemuda Melinia Jum’at 10 januari 2020.

Dalam rangka mensukseskan program Transpormasi Perpustakaaan Berbasis inklusi sosial. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab Tangerang melibatkan kan Masyarakat yang mempunyai kemampuan Desain Grafis untuk berperan aktif dalam kegiatan mencerdaskan Para pemuda. Salah satu Relawan BPK Muhaimin yg tinggal di Perum Adiyasa telah mencoba untuk menawarkan diri ke Perpustakaan melalui Fasilitator Perpustakaaan yg juga sekaligus General Manager Tapen untuk mengajarkan kemampuan Desain Grafisnya kepada pemuda Melinia. Alhamdulillah 10 pemuda siap untuk ditransfer ilmu desain grafis, sudah berjalan kurang lebih 2 bulan sejak bulan November 2019 setiap Hari Ahad jam 09.00-12.00 WIB. Di Lantai 2 Perpusda Kab Tangerang. BPK.Enjat Sudrajat, S.IP Pustakawan Kab.Tangerang mengucapka. Terimakasih Kepada Masyarakat yang pro Aktif dalam mensukseskan program Transpormasi Perpustakaan Berbasis inklusi sosial.

Reporter : H.riyadno,SE
Penerbit : Red-2 (Surya)

WhatsApp Image 2020-01-09 at 02.44.55  WhatsApp Image 2020-01-09 at 02.44.54
SMP 7 Solear Berbenah

Pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMP N 7 Solear, kecamatan Solear, kabupaten Tangerang selesai dibangun.
Hasil pantauan wartawan Tapen, pada, Rabu (8/01/2020) di sekolah terlihat ada 4 lokal RKB baru dengan pembangunan yang kelihatannya Semua tampak sesuai dengan ajuan dan rencana anggaran belanja (RAB) yang sudah ditentukan oleh panitia dan dinas pendidikan kabupaten Tangerang.
Ditemui di lokasi Sekolah, Catur Sugito, Mpd selaku kepala sekolah SMP N 7 Solear menyampaikan, ucapan rasa terima kasih Kepada Dinas Pendidikan serta pihak2 terkait yang telah membantu mewujudkan kan permohonan pembangunan SMP 7 Solear yang telah kita lihat bersama- sama saat ini dan kami beserta wali murid serta dewan guru telah sepakat untuk Segera memanfaatkan ruang kelas baru ini pada awal tahun 2020 pada saat anak masuk sekolah setelah liburan walaupun mebelernya belum tersedia, sementara ini Kami menggunakan terpal untuk kegiatan belajar mengajar agar siswa tidak merasa kedinginan saat duduk di lantai, mudah-mudahan dalam waktu Dekat ini mebelernya sudah tersedia tutur, pak Catur panggilan akrab kepala sekolah SMP 7 Solear ini.

Tapen – Kab.Tangerang
Reporter : Raddani
Penerbit : Red-2 (Surya)

 

Perpusda
Pendidikan merupakan sesuatu yang penting bagi kehidupan manusia karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Untuk memperoleh pendidikan ada berbagai cara yang bisa ditempuh masyarakat, di antaranya melalui pendidikan formal dan non-formal, termasuk melalui jalur non formal yang salah satunya adalah melalui menggali pengetahuan di perpustakaan.

Surabaya, TAPeN—Salah satu agenda Perpustakaan Nasional adalah mewujudkan cita-cita pemerintah untuk menciptakan dan meningkatkan sumber daya manusia yang unggul. Upaya tersebut bisa dicapai salah satunya melalui program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dan literasi.
Guna mendukung dan mensukseskan program nasional tersebut Perpustakaan Nasional menyelenggarakan Peer Learning Meeting Nasional, Transformasi Perpustakaaan Berbasis Inklusi Sosial yang diselenggarakan selama tiga hari, sejak tanggal 3 hingga 5 Desember 2019.
Dipusatkan di Hotel JW Marriott Surabaya, Jawa Timur, Peer Learning Meeting Nasional dihadiri sejumlah 900 orang peserta, perwakilan dari 300 desa dari 21 Provinsi, yang sudah menjalan­kan program Transformasi Perpustakaaan Berbasis Inklusi Sosial di masyarakat.

IMG_20191218_110903
Bapak imam s.turut serta angkat bicara mengenai pergerakan GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan),beliau berharap dewan pendidikan kabupaten,terkait program GSM dan sanisek(sanitasi sekolah)agar lebih di perhatikan utk realisasinya secara merata di seluruh instansi lembaga pendidikan baik negri maupun suwasta.
15766450305535828933126370969596
Sedangkan perwakilan dari PENA UNGU ( Tatep B Gunadi )mewakili para guru honorer meminta agar mendapatkan perhatian khusus terkait kesejahteraan nya agar di buatkan centralisasi terkait hal tersebut.
IMG_20191218_121043
*KEPALA SEKOLAH BELI - JUAL BUKU LKS TERMASUK PELANGGARAN*
(Pihak sekolah beli buku LKS lalu dijual pada siswa termasuk pelanggaran, Kepsek bisa diproses berujung pemecatan sebagai kepsek).
Tahun pelajaran baru para orang tua yang memiliki putra-putri usia bersarat untuk memasuki sekolah kini masa-masa repot dengan biaya kebutuhan sekolah, terlebih para orang tua yang memiliki anak memasuki diberbagai jenjang sekolah ada yang masuk SD,SLTP dan SLTA jelas pasti repot karena semuanya memerlukan biaya kebutuhan mulai dari pakaian sekolah, buku-buku dan alat-alat sekolah lainnya.
Beban kebutuhan biaya sekolah diperingan oleh pemerintah dengan digulirkannya dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) yang pelaksanaan penyalurannya nya selalu disesuaikan yang tujuannya agar dana bantuan itu menjadi effesien dan tepat guna.
Program BOS merupakan amanat UU No. 20 Tahun 2003 pasal 34 tentang sistem pendidikan nasional yakni pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.
Pihak sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah Setelah adanya BOS diharapkan terutama sekolah-sekolah Negeri jenjang sekolah Dasar hingga SLTP harus mendukung program wajib belajar 9 tahun yaitu dengan betul-betul menggratiskan biaya-biaya sekolah dan tidak ada lagi pungutan-pungutan lainnya termasuk jual buku-buku LKS (Lembar Kerja Siswa).
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan, praktik jual beli lembar kerja siswa (LKS) yang dilakukan pihak sekolah dan biasanya bekerja sama dengan penerbit atau pihak ketiga lainnya merupakan pungutan liar. Pasalnya, jual beli LKS telah melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 75/2016 tentang Komite Sekolah Pasal 12 ayat 1.
Dalam permen tersebut ditegaskan Komite Sekolah baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di sekolah.

Bila mengacu pada peraturan tersebut diatas maka, praktik jual beli LKS masuk dalam kategori bahan ajar di sekolah dan tidak bisa dibenarkan sehingga harus dihentikan. “LKS sebenarnya boleh digunakan asal dibuat oleh guru dan tidak diperjualbelikan.
Bila terpaksa harus ada bahan ajar yang harus dibeli hendaknya kepala sekolah bermusyawarah melalui rapat orang tua yang dikoordinir Ketua Komite Sekolah.
Komite sekolah harus jadi penengah antara pihak sekolah dengan pihak wali/orang tua siswa , bukan malah kerjasama dengan pihak sekolah, Bila ada pelanggaran aturan, Komite sekolah harus mengingatkan kepala sekolah dan guru untuk segera menghentikan jual beli LKS ini, bahan ajar itu termasuk LKS.

*PARA ORANG TUA HARUS MENDORONG ANAK UNTUK MENGIKUTI KEGIATAN PRAMUKA DI SEKOLAH

Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang artinya orang muda yang suka berkarya. Gerakan Pramuka memiliki lambang Tunas Kelapa yang artinya tunas penerus bangsa. Tunas itu sendiri dianggap cikal yang akan bertumbuh, artinya Pramuka dimulai dari tunas yang akan terus berkembang dan keberadaannya dapat dirasakan oleh orang lain.
Tingkatan Pramuka dibagi berdasarkan kelompok usia, Anggota Gerakan Pramuka terdiri dari Anggota Muda dan Anggota Dewasa.
Manfaat Mengikuti Kegiatan Pramuka, Sebenarnya ada banyak hal yang didapatkan saat anak mengikuti kegiatan Pramuka. Hampir semua yang ia pelajari di Pramuka dapat dipraktekkan dalam aktivitas sehari-hari, misalnya seperti membuat suatu karya dari barang bekas (kardus bekas susu, kaleng susu atau bungkus sabun), memasak, menyiapkan serta merapihkan barang pribadi.

Mereka juga belajar untuk bisa bertahan hidup ketika hidup di alam terbuka dengan membuat tenda, membuat api dari kayu, makan dengan bahan seadanya, tidak mengandalkan listrik, jauh dari keramaian dan sulit mencari kebutuhan apapun. Saat suasana seperti inilah ia dididik untuk bisa bertahan hidup.
Makanya sebaiknya bagi para Pembina /pelatih pramuka cobalah menerapkan aturan yang natural seperti misalnya ketika sesekali siswa pramuka harus berkemah peserta pramuka harus belajar benar benar alami ajarkan siswa peserta pramuka memasak tanpa peralatan yang modern masak nasi memakai tungku berbahan bakar kayu dan kayunyapun biarkan mereka yang mencari dialam terbuka, kemudian untuk lauknya pun sarankan membawa bahan-bahan mentah bukan makanan instan yang siap saji, hal ini perlu sebagai pelatihan kemandirian dan perjuangan, yang terjadi sekarang berkemah itu memasaknya bawa kompor gas bahan makannya yang siap saji bila begitu tidak menantang itu peralatan dan bahan sama dengan yang dirumah kalau begitu itu namanya pindah rumah.

Banyak sekali manfaat yang didapat olehnya dengan mengikuti kegiatan Pramuka : Siswa belajar lebih bertaqwa Kepada Tuhan YME, Siswa belajar untuk disiplin, Siswa belajar mempunyai Tanggung Jawab. Siswa belajar memilik kemandirian, Siswa belajar dapat berkomunikasi , Siswa belajar Kreatif, Siswa belajar Menerapkan karakter Kepemimpinan, Siswa belajar Mencintai alam, Siswa belajar Kemampuan Bertahan Hidup, dan banyak manfaat lainnya.
Oleh karena itu Para Orang tua diharapkan dapat memberi dukungan kepada anaknya agar tertarik dengan kegiatan Pramuka sehingga anak-anak kelak dapat merasakan manfaat dari mengikuti kegiatan tersebut.
IMG_20191218_110854IMG_20191218_121141IMG_20191218_105257


Halaman sebelumnya: PORTAL BERITA
Halaman berikutnya: Lowongan wartawan TAPeN-NEWS Online